A.Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu yang lain,yang dapat saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Jadi keduanya terdapat hubungan timbal balik. Hubungan tersebut dapat antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau individu dengan kelompok.( Bimo Walgito, Psikologi Sosial,Yogyakarta. 1999 hl:57 )
H. Bonner dalam bukunya Social psychology memberikan rumusan, Interaksi Sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih ,dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki perilaku individu yang lain atau sebaliknya.( Abu Ahmadi,Psikologi Sosial. Semarang. 1990 hl: 54)
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial”. (dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com /2010/05/25/interaksi sosial definisi bentuk ciri.html)
“Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004, p. 216).
Berdasarkan definisi di atas maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok. (dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com /2010/05/25/interaksi sosial definisi bentuk ciri.html)
B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
1. Imitasi
Imitasi adalah dorongan untuk meniru orang lain. Menurut Tarde imitasi satu-satunya faktor yang mendasari atau melandasi interaksi sosial. Menurut Tarde, masyarakat itu tiada lain dari pengelompokan manusia dimana individu-individu yang satu mengimitasi dari yang lain dan sebaliknya, bahkan masyarakat itu baru menjadi masyarakat sebenarnya apabila manusia mulai mengimitasi kegiatan manusia lainnya.
2. Sugesti
Sugesti adalah pengaruh psikis, baik yang datang dari dalam diri sndiri maupun yang datang dari orang lain, yang pada umumnya diterima tampa adanya kritik dari individu yang bersangkutan. Karena itu sugesti dapat dibedakan:
a. Auto sugesti, yaitu sugesti terhadap diri sendiri, sugesti yang datang dari dalam diri individu yang bersangkutan
b. Hetero-sugesti, yaitu sugesti yang datang dari orang lain
Sugesti akan mudah di terima oleh orang apabila:
a. Bila daya berpikir kritisnya dihambat
b. Bila kemampuan berpikirnya terpecah belah
c. Bila materinya mendapat dukungan orang banyak
d. Yang memberikan materi itu orang yang memiliki otoritas
e. Apabila pada orang yang bersangkutan telah ada pendapat yang mendahului yang searah
3. Identifikasi
Identifikasi berati dorongan untuk menjadi identik atau sama dengan orang lain baik secara lahiriah maupun secara batiniah.
4. Simpati
Simpati adalah perasaan tertriknya orang yang satu dengan orang yang lain.
C. Macam -Macam Interaksi Sosial
Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu (p. 23): (http://episentrum.com /2010/05/20/macam-Macam Interaksi Sosial)
1. Interaksi antara individu dan individu
Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
2. Interaksi antara individu dan kelompok
Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.
3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.
D. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu (p. 49): (http://zahrhaluvfriends.blogspot.com /2010/05/20/rangkuman sosiologi tentang interaksi.html)
1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk-bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti:
a. Kerja sama
Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
b. Akomodasi
Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
c. Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
d. Akulturasi
Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
2. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk-bentuk pertentangan atau konflik, seperti:
a. Persaingan
Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
b. Kontravensi
Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
c. Konflik
Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
E. Ciri - Ciri Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain (p. 23): (dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com /2010/05/25/interaksi sosial definisi bentuk ciri.html)
a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak social
c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
F. Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu (p. 26): (dalam http://jurnal-sdm.blogspot.com /2010/05/25/interaksi sosial definisi bentuk ciri.html)
a. Kontak sosial
Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.
b. Komunikasi
Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.
REFERENSI
Walgito,Bimo, Psikologi Sosial:( suatu pengantar).ed. IV. Yogyakarta. Andi Ofset.1999
Ahmadi,Abu, Psikologi sosial.cet 2, Jakarta. PT. Rineka Cipta. 2002
http://jurnal-sdm.blogspot.com /2010/05/25/interaksi sosial definisi bentuk ciri.html
http://episentrum.com /2010/05/20/macam-Macam Interaksi Sosial
http://zahrhaluvfriends.blogspot.com/2010/05/20/rangkuman sosiologi tentang interaksi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar