Ketika mendengar kata mahasiswa, hal yang terfikir adalah bahwa mahasiswa merupakan salah satu lapisan masyarakat yang diidentik dengan intelektual yang cerdas, pola fikir yang kritis dan semangat perubahan yang hebat. Rasanya paradigma yang seperti itu perlu dipertahankan agar citra mahasiswa tetap menjadi pioneer dalam setiap perubahan. Tentunya perubahan yang lebih baik. tapi terkadang pioneer tersebut menjadi tak tumbuh karena ada hal yang menghambatnya. Mahasiswa terkadang sulit mengaktualisasikan perannya sebagaimana mestinya. Ada beberapa faktor yang menghambat itu semua. Diantaranya mahasiswa telah terdoktrin menjadi mahasiswa yang kaku dengan sistem pendidikan yang telah dicanangkan pemerintah. Mahasiswa terdoktrin karena paradigma klasik bagaimana itu kuliah. Dampak dari doktrin-doktrin tersebut melahirkan tipe mahasiswa yang pasif. Pasif dalam artian mereka kurang peka terhadap berbagai masalah yang terjadi disekitarnya. Baik itu dilingkungan kampus, masyarakat dan negara. Tentunya fenomena ini akan mematahkan kepekaan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan yang terjadi disekitarnya. Mereka akan beranggapan bahwa apapun yang terjadi diluar sana bukanlah sesuatu yang penting. Makanya perlu sekali memupuk kembali kesadaran mahasiswa tentang peran sesungguhnya sebagai civitas akademika.
dody putra chaniago
Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia
Welcome
Manusia adalah mahkluk mulia yang diciptakan Allah SWT,manusia dapat memilih apakah apakah Dia ingin semulia Malaikat atau sehina Syetan...
Sabtu, 26 Maret 2011
Senin, 07 Februari 2011
Seandainya Cinta bisa Menulis
Sama sekali tak ada harap dalam diriku selain bisa mencintai dengan sempurna. Disaat guratan pena tak mampu menampung makna kata “Cinta” seharusnyalah Cinta menulis sendiri untuk dirinya. Dan Seandainya Cinta bisa menulis, berapa banyak Tinta akan dihabiskan, seberapa besar Pena untuk menuliskan.
Kehidupan selalu menuliskan kisah-kisah Besar dari orang orang biasa, yang dengan membawa Cinta, berbuat dengan keikhlasan. Berapa banyak cerita2 seperti itu terlewatkan begitu saja, hanya karena dunia seolah2 lupa satu kata itu. Berapa nyawa kadang dihilangkan karena tiadanya kata itu. Berapa hati menjadi nestapa karena tidak ada kata itu, dan berapa….mengapa….dimana….kalau kita tidak bisa memaknai kata Cinta itu.
Kadang memang dia ada setititk saja, walau kadang membuncah indah. Tapi semua itu akan terasa kalau kita benar2 menyadari kehadirannya, yang selalu hadir dalam heningnya. Pemaknaannya sering membuat setiap orang punya berbagai macam versinya. Dan yang jelas cinta itu tetaplah cinta, di persepsi oleh siapapun dia tetap cinta. tak kurang tak lebih. Hanya manusia sederhanalah yang dengan keikhlasan bisa menemukannya bagai berlian yang bersinar terang, menentramkan hati.
Seandainya Cinta bisa menulis, mungkin diriku tak akan mampu untuk tidak membacanya.
di pagi hari saat mentari hangat menusuk masuk disela2 jendela penuh debu
Senin, 03 Januari 2011
Fakta Unik Angka dalam Bahasa Indonesia
Fakta unik ternyata ditemukan dalam pola sederetan angka. Setiap negara, bangsa, dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh.
Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia, tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya.
Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah, maka terkadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia.
1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
Selasa, 21 Desember 2010
Sejarah dan Makna dari Hari Ibu di Indonesia

Hari ini tepat tanggal 22 Desember yang juga bertepatan dengan Hari Ibu sedunia, dimana Hari Ibu di Indonesia berbeda dengan “Mother’s Day”, Mother’s Day yang diperingati di negara barat lebih menitikberatkan penghargaan terhadap prestasi domestik kaum perempuan.
Sehingga Hari Ibu diperingati sebagai hari untuk memanjakan ibu/istri selama sehari penuh. Hal ini boleh-boleh saja dilakukan, namun ada baiknya seluruh bangsa Indonesia mengetahui makna sesungguhnya Hari Ibu yang penuh dengan makna perjuangan kemerdekaan bangsa
Sejarah ditetapkannya Hari Ibu tidak terlepas dari Kongress Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Kaum perempuan Indonesia terpanggil untuk ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Sabtu, 18 Desember 2010
Rabu, 15 Desember 2010
INTERAKSI SOSIAL
A.Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu yang lain,yang dapat saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Jadi keduanya terdapat hubungan timbal balik. Hubungan tersebut dapat antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau individu dengan kelompok.( Bimo Walgito, Psikologi Sosial,Yogyakarta. 1999 hl:57 )
H. Bonner dalam bukunya Social psychology memberikan rumusan, Interaksi Sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih ,dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki perilaku individu yang lain atau sebaliknya.( Abu Ahmadi,Psikologi Sosial. Semarang. 1990 hl: 54)
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Interaksi Sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu yang lain,yang dapat saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Jadi keduanya terdapat hubungan timbal balik. Hubungan tersebut dapat antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau individu dengan kelompok.( Bimo Walgito, Psikologi Sosial,Yogyakarta. 1999 hl:57 )
H. Bonner dalam bukunya Social psychology memberikan rumusan, Interaksi Sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih ,dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki perilaku individu yang lain atau sebaliknya.( Abu Ahmadi,Psikologi Sosial. Semarang. 1990 hl: 54)
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Rabu, 16 Juni 2010
kata-kata mutiara
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia
Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia
Langganan:
Postingan (Atom)

